Sabtu, 24 Desember 2011
Jumat, 11 November 2011
Untukmu Ukhtifillah.....
Untukmu calon bidadari surga,
jangan pernah menyerah walau engkau lelah, jangan pernah menyerah walau engkau kalah,
jangan pernah menyerah walau engkau salah,
jangan pernah menyerah walau cita-cita layaknya bintang yang sulit di raih...
Adalah engkau yag tetap tegar walau meski badai selalu menghempasmu ke bumi...
Adalah engkau yang selalu tetap istiqomah menjalani jalanan terjal meski engkau selalu terseret kembali di kulit bumi..
Adalah engkau yang tetap sabar meski kerikil tajam merobek kedua kakimu...
Dan...
Adalah engkau yang tetap siqah melangkah meski semak berlukar atau ilalang menutupi jalanmu...
Yah... itulah engkau...Never give up..
Salam Ukhuwah,
Keep Istiqomah!
Hamasah!!!
Sabtu, 30 April 2011
Subhanallah, dapat award
SubhanAllah, blogku dapat award dari Ukhti Meliana Aryuni. Jazakumullah, ya Ukh. Prenz (baca: friend) ini award pertamaku loh. Wah bangganya, jadi semangat menulis nih. Aku sama sekali tidak mengira akan mendapat award ini, karena blogku kemunculannya baru beberapa bulan.
Blogku, masih banyak yang kekurangannya dalam tulisan. Tapi, aku merasa tertantang untuk berkarya lebih baik lagi. Tertantang juga untuk terus belajar dan belajar lagi. Semangat!!! Ayo menulis! Ayo Prenz! Kalau kalian suka menulis, ayo mulailah menulis dari sekarang. Kalau tidak, bisa menyesal nantinya. Seperti aku :(
Aku berfikir menulis itu sulit sehingga aku tidak pernah mau mulai menulis. Akhirnya aku baru sekarang mulainya. So Prenz, jangan pernah berfikir menulis itu sulit, berfikirlah 'menulis itu mudah'. Menjadi seorang penulis, tidak harus memiliki bakat. Tekun berlatih dan belajar dari pengalaman penulis hebat, menjadikan kita menjadi seorang penulis. Insyallah.
Kita dapat menuliskan ibrah dari perjalanan hidup kita, atau dengan ilmu yang kita dapat dari bangku kuliah. Jadi penulis mudah bukan..? Tapi ingat Prenz! Jika engkau seorang penulis, jadikanlah tulisanmu mengajak pada kebaikan bukanlah sebaliknya. Jadikan penamu sebagai pedang untuk jihad dalam dunia tulis-menulis. Jihad membangun generasi masa depan sebagai jiwa penuh semangat mengamalkan amal soleh. Menulislah dari hati agar sampai ke hati...
"Menulislah ~pada saat awal~ dengan hati. Setelah itu perbaiki tulisan Anda dengan pikiran.Kunci pertama menulis bukanlah berpikir, melainkan mengukapkan apa saja yang dirasakan. (William Forrester)
Inilah award itu, cekidot :
Sabtu, 16 April 2011
Kado buat Mama
Hari ini Mama milad, beliau mendapatkan kado yang tidak biasa namun istimewa. Keistimewaannya itu dikarenakan datang dari kekuasaan Allah. Kado yg tak lain adalah kelahiran cucunya yang sekaligus keponakan ku, yah tepat hari ini tanggal 16 April 2011. Kebahagian meliputi keluarga kami ketika anak pertama dari kakakku lahir dalam keadaan selamat, sehat, dan tidak kurang apa pun. Aditya firdaus namanya, dia lahir dengan berat 3,5 kg dan panjang 49 cm.
Anugerah Illahi semakin terasa,ketika ku lihat makhluk kecil itu. Sungguh Maha Besar Allah, sungguh luar biasa... melihatnya mengingatkan ku pada kebesarannya. Jika engkau perhatikan makhluk kecil yang bernyawa itu, pernah hidup di dalam perut ibunya selama 9 bulan. Allah memang memiliki perencanaan yang baik, DIA telah mengatur sedemikian rupa agar saat di dalam perut ibunya makhluk kecil itu mendapatkan makanan dan minuman.
Kado itu telah berada di rumah kami, tangisnya mewarnai rumah ini. Bertambah sudah pasukan keributan, hehehe, memang sih sebelumnya mama sudah memiliki dua cucu perempuan dan satu laki-laki dari anaknya yang lain, dan semuanya juga tinggal di sini. Namun, Mama tetap terlihat senang meskipun kulihat wajahnya menyiratkan keletihan. Mungkin karena Mama mengikuti proses kelahiran Aditya, jam 04.05 subuh tadi. Mama tidak bisa tidur semalam, apalagi ketika kakak perempuan ku akan di operasi caesar, tapi kemudian Alhamdulillah semua itu tidak terjadi.
Aku berharap keponakanku atau kado istimewa mama menjadi anak yang soleh, pintar, berbakti kepada orang tuanya, dan sebagai jalan orang tuanya untuk meraih syurga Illahi. For Aditya Firdaus, ama cuma mau bilang " Welcomes to the world". For my mom, "Barokallah..."
Hari ini Mama milad, beliau mendapatkan kado yang tidak biasa namun istimewa. Keistimewaannya itu dikarenakan datang dari kekuasaan Allah. Kado yg tak lain adalah kelahiran cucunya yang sekaligus keponakan ku, yah tepat hari ini tanggal 16 April 2011. Kebahagian meliputi keluarga kami ketika anak pertama dari kakakku lahir dalam keadaan selamat, sehat, dan tidak kurang apa pun. Aditya firdaus namanya, dia lahir dengan berat 3,5 kg dan panjang 49 cm.
Anugerah Illahi semakin terasa,ketika ku lihat makhluk kecil itu. Sungguh Maha Besar Allah, sungguh luar biasa... melihatnya mengingatkan ku pada kebesarannya. Jika engkau perhatikan makhluk kecil yang bernyawa itu, pernah hidup di dalam perut ibunya selama 9 bulan. Allah memang memiliki perencanaan yang baik, DIA telah mengatur sedemikian rupa agar saat di dalam perut ibunya makhluk kecil itu mendapatkan makanan dan minuman.
Kado itu telah berada di rumah kami, tangisnya mewarnai rumah ini. Bertambah sudah pasukan keributan, hehehe, memang sih sebelumnya mama sudah memiliki dua cucu perempuan dan satu laki-laki dari anaknya yang lain, dan semuanya juga tinggal di sini. Namun, Mama tetap terlihat senang meskipun kulihat wajahnya menyiratkan keletihan. Mungkin karena Mama mengikuti proses kelahiran Aditya, jam 04.05 subuh tadi. Mama tidak bisa tidur semalam, apalagi ketika kakak perempuan ku akan di operasi caesar, tapi kemudian Alhamdulillah semua itu tidak terjadi.
Aku berharap keponakanku atau kado istimewa mama menjadi anak yang soleh, pintar, berbakti kepada orang tuanya, dan sebagai jalan orang tuanya untuk meraih syurga Illahi. For Aditya Firdaus, ama cuma mau bilang " Welcomes to the world". For my mom, "Barokallah..."
Kamis, 31 Maret 2011
Harapan

Sahabatku, engkau mungkin memiliki harapan di atas bumi Allah ini. Harapan itulah yang membuatmu semangat untuk mengarungi perjalanan hidupmu. Engkau mungkin memiliki segudang harapan, dan diantaranya ada yang utama bagimu, dan tlah menjadi beban berat ketika harapan itu menjadi target hidupmu di sepanjang tahun.
Sahabatku, janganlah engkau merasa sedih, cemas, dan khawatir, perjuangan memang pahit rasanya, namun yakinlah pada masanya kita akan 'menuai buah' harapan kita. Tetaplah semangat, tetaplah gantungkan harapanmu kepada Allah, janganlah kepada orang lain, bukankah Dia lebih mengenalmu dengan baik. Mengenalmu lebih baik dari pada orang lain bahkan dari dirimu sendiri. Bila engkau gantungkan harapanmu kepada orang lain, kekecewaan pasti akan datang padamu, karena mereka sama sekali tidak mengetahui apa pun mengenai masa depanmu.
Sahabatku, bila harapan itu tidak 'berbuah' hari ini, yakinlah esok pasti akan 'berbuah'. Bila harapan itu 'berbuah' tidak sesuai harapanmu, yakinlah ada rencana terbaik untukmu di balik itu. Sahabatku, ada baiknya engkau melihat kualitas bukan kuantitas dari pemberianNya, bukankah dengan tidak mensyukuri yang sedikit, berarti tidak mensyukuri yang banyak. "Siapa yang tidak mensyukuri yang sedikit, tidak mensyukuri yang banyak. Siapa yang tidak bersyukur kepada manusia, tidak bersyukur kepada Allah.
Membicarakan nikmat Allah adalah bentuk syukur dan meninggalkannya adalah kufur" (HR. Ahmad).
Minggu, 10 Oktober 2010
Hal kecil bisa juga berarti...
Friends, tidak biasanya teman ku yang satu ini mengganggu jam sibukku.. Ternyata dia mau meminta bantuanku untuk mentranslate sms temannya yang berbahasa inggris, sedikit sih tidak banyak… Alhamdulillah aku bisa!!!!! (Semangat amat padahal sih, isi smsnya mudah banget ditranslate…hehehe). Sungguh friends, aku menganggap hal itu tidak penting di bandingkan dengan kesibukan yang ku lakukan saat itu. Tapi setelah aku translate isi smsnya, temanku itu sangat berterimakasih sekali sama aku. Ternyata friends, hal itu sangat berarti sekali baginya, sangat penting baginya. Soalnya dia lagi ada masalah dengan temannya itu, karena itu…sms itu bisa jalan pembuka penyelesaian masalahnya.
Friends, kebaikan sekecil apa pun bagi orang lain sangat berarti. Mungkin saja yang kita lakukan sangat kecil artinya bagi kita, namun bagi orang lain sangat lah besar manfaatnya. Tapi memang tdk selalu seperti itu, ada kalanya kita membantu orang lain, orang lain bahkan menganggap nya kecil, bahkan tak berarti, atau bahkan malah tidak suka. Bukan berarti kita berhenti, bukankah begitu…, friend?
Apa pun perbuatan yang kita lakukan untuk orang lain, sekecil apapun, haruslah dengan ke ikhlasan, ikhlas karena ALLAH. Bukankah ALLAH memberikan pahala bagi orang yang berbuat baik, walau kebaikan itu sebesar biji dzarah pun, seperti dalam firman-NYA “Dan barang siapa yang mengerjakan kebaikan sebesar biji dzarah niscaya ia akan menerima pahalanya, dan barang siapa melakukan keburukan sebesar biji dzarah niscaya ia akan menerima balasannya” (QS.Az-Zalzalah:7-8). Bahkan berniat baik saja, kita sudah di nilai pahala mata ALLAH. Subhanallah…
Coba bandingkan kalau di mata orang lain…. Ucapan terimakasih saja terkadang jauh banget, yang ada mendapat gerutu dari orang itu. Dapat di bayangkan bila yang kita lakukan karena orang lain, bisa2 hasilnya menguap begitu saja. Bahkan ada yang berhenti membantu. “Sorry friends, gak mau lagi deh ane bantuin tuh orang, anti aja deh… boro2 dapat ucapan terimakasih, yang ada dapat semburan gratis nanti….” (Hehehe… sepertinya pengalaman pribadi yah…). Tahu tidak friends hal ini merupakan suatu riya’dan syirik jika kita melakukan amalan kebaikan karenakan orang lain. Al-Fudhail bin ‘Iyadh mengatakan, “Meninggalkan amalan karena manusia adalah riya’. Beramal karena manusia termasuk kesyirikan. Sedangkan ikhlas engkau terselamatkan dari dua hal tadi”
Friends, jangan memandang yang banyak itu berarti banyak. Sebab seringkali sesuatu yang kecil menjadi besar karena niat, dan banyak pula sesuatu yang besar menjadi kecil karena niat. Rasulullah saw pernah menyebutkan banyak pintu kebaikan. Termasuk kebaikan bila seseorang memberikan air dalam embernya kepada ember milik saudaranya, tersenyum di hadapan saudaranya, atau sekadar menemuinya dengan wajah yang baik.
Wallahu a’lam bi shawab
Rabu, 08 September 2010
Salah kiblat di 10 terakhir Ramadhan

Friends, sebentar lagi bulan Ramadhan akan berakhir so otomatis shaum (puasa) Ramdhan qt akan berakahir… tapi 10 terakhir Ramadhan ini, sungguh memperhatinkan… Kenapa begitu? Mungkin itu pertanyaan di hati kalian. Bagaimana tidak, seharusnya 10 terakhir ini masjid semakin ramai, dan memperbanyak ibadah… Ini sebaliknya… pasar yang rame.
Masjid2 hampir sepi… tapi sementara di pasar, mall, supermarket, plus de el el yang sejenisnya rameeeee baungeeeeeet… Kok tahu? Ya iya la tau, wong aku kesana… Nah lo… hehehe Ceritanya gini… kemarin nih sebenarnya gak ada planning tuh mau ke supermarket tapi berhubung temen ku minta tolong untuk membeli kebutuhan untuk kontrakannya, ya udah sebagai warga yang baik (ups temen yang baik…hehehe) so aku temenin. Tau gak friends pakiran motornya wuih hampir kebadan jalan. SPG – SPG ikut repot dibuat ngelayani pembeli, apalagi merapiin barang2 disana, coz pembeli banyak bawa anak2, tau sendirikan yang namanya anak2 gak bisa diem, ya udah berantakan deh… yang sabar ya mbak…mas…hehehe. Untuk pasar, kebetulan deket rumah ada pasar jadi aku tau banget kalo padat mintak ampun tuh pasar… parah...parah…parah… Entahlah kalau pasar kalian, friends… Ini lah maksud ku friends, kiblat yang seharusnya ke ka’bah ini berubah menjadi ke diskon… na’udzubillah. Baiknya 10 hari terakhir ini kita isi banyak2 beribadah dan musabah…
Mungkin mereka mempunyai alasan2 tersendiri. Mungkin ini dikarenakan mereka pada mau beli baju lebaran, Friends… Atau mungkin mereka yg mau mudik, beli oleh2 buat saudara or kerabatnya… Atau juga pada mau beli kue lebaran.. Wallahu a’lam, ini seperti sudah menjadi kebiasaan, atau mungkin kemarin2 blum sempat belanja coz uangnya belum ada…. Coz THR-nya blum dapet… Yah kalo itu penyebabnya, aku mau usul nih.. sama pemerintah, agar buat peraturan baru buat PT,CV, instansi2, sekolah2, pokoknya yang memiliki pegawai… THR-nya di kasih sebelum Ramdhan gitu... Hehehe maunya…
Balik ke awal cerita friends… sebentar lagi lebaran kalian pasti seneng nyambutnya… itu sempat juga rasa seneng mampir dalam diri ini beberapa hari yang lalu…. “Asyiiiiiiik lebaran sebentar lagi…!!”kataku, tapi temen ku bilang, “Rasulullah menangis saat2 terakhir Ramadhan…”(Gubrak!!!) Ya Allah, Rasulullah menyambut gembira saat memasuki bulan Ramdhan tapi saat terakhir bulan Ramadhan beliau menangis… tapi qt sebaliknya…menyambutnya gak bersemangat bahkan ada aja yang bilang “yaaah… Ramdhan lagi” tapi waktu ramdhan akan segera berakhir senengnya selangit…
Kenapa beliau menangis? Bulan ramdhan penuh berkah coz amalan mendapatkan pahala2 berlipat & penuh ampunan, ibaratnya bulan ini manusia itu di manjakan dengan ampunan… tinggal kita mau mengambilnya atau tidak… caranya? yah dengan beribadah. Serta memperbanyak musahabah…musahabah…dan musahabah. Waduh tapi sayang sekali kenyataannya tidak seperti itu. Aku sendiri masih terasa kurang banyak ibadah ku lakukan… semoga saja Allah mengampuni dosa2 kita, di hari fitri nanti kembali fitri…amin.
Met Idul Fitri, mohon maaf lahir dan bathin…
Langganan:
Postingan (Atom)




