Advertise Here

Cerminan Qolbu

- Another Blogger Blog's

Sabtu, 27 Juni 2015

Pahlawan BERHARAP Tanda Jasa

Dari judul udah jelas nih, siapa yang di sebut tuh... Padahal sering kita dengar dengan julukan agungnya "Pahlawan tanpa tanda jasa" Tapi nih guru kelas 1 SD satu ini, cekokin anak2 saban hari, satu minggu sebelum bagi raport dg kata "nanti bagi raport bawa kado buat ibu ya".Gubrak!!! Maaf nih temen seprofesi para guru, gak bermaksud menyinggung kalian. Hanya untuk guru tertentu saja haha.. Iya sih guru berjasa banget... Luar biasa banget malah.. Apalagi guru yang ngajarin baca dan tulis. Tapi helllooow... Zaman sekarang pintar baca dan tulis udah bisa dari TK keles.. Gak zaman SD kelas 1 belajar baca tulis...#tepok jidat. Kira in nih cuma bercanda.. tapi klo udah gini...ckckck, ini sih 'pencucian otak' anak. Tau sndiri anak2, di rumah di pasti in ngamuk2 tuh anak ama ortunya, minta d beli in kado, buat guru katanya... Klo gak dapat raport katanya... Gak naik kelas katanya... Enaknya anak org berduit, dari pantauan eh udah da yang ngasih tuh sebelum bagi raport #yeee...prok...prok..tepok tangan, tapi bagi anak yang duitnya gak jelas, di tmbah kebijakan ekonomi pemerintahan gak jelas, mo lebaran juga gak jelas... Ngasih kado uang dari mana??? Satu hal lagi satu anak ngasih kado, klo da 30 siswa dalam satu kelas... Wuih banyak tuh... Enaknya... udah dpt gaji pns dapat kado pula, eh pulangnya dijemput pake mobil... #hidup bagai ratu.. kipas..kipas Oh iya siapa yang di gak ngasih kado, siap2 di bully guru 5 tahun kedepan.Gimana caranya??! Caranya... segala urusan atau pun keperluan sekolah si anak, khususnya di kelas akan dipersulit... Fuih, sadis.. tapi itu kenyataan... Hari ini bagi raport, mereka bersukacita menyambutnya, met bagi raport anak indonesia, sekaligus bersedih, karena kalian semua masih d suguhi 'model' pendidikan kagak jelas..haha #ketawa ampe gigi kering ups :P

Senin, 30 Juni 2014

CURCOL.

Bismillahurrahmanirrahim...
Hai, apa kabar blog ku? hhh... Sudah lama tidak posting... Ini karena faktor pertama adalah malas (hmm.. tidak patut di tiru, jangan melakukannya prilaku ini tanpa di dampingi yang ahli hhh...), kedua karena lapi ku rusak, tapi tidak juga sih... ini sepertinya yang bermasalah pada modemnya... Ada apa dengan modem? Setelah ku uninstal, kemudian aku instal kembali, modem itu tidak dapat kembali berfungsi dengan baik.
Dan entah sejak kapan, lapi ku rusak, yang aku tahu pasti lapi ku sudah di utak atik tapi tetap saja modem ku tidak bisa kembali normal. Yang ada kembali abnormal hhh... Mencari solusi di mbah google... dia juga tidak tahu... Akhir aku tidak bisa buka internet. Buka internet lewat hp, masih bisa sih.. Tapi tentu saja masih terbatas. Salah satunya terbatas dalam penglihatan di layar hp. Apalagi untuk upload di blog. Kasian..hhh
Nah, sekarang aku bisa upload artikel ini di blog, bukan karena modem ku sudah sembuh dari abnormal. Tapi karena tara..url ini : http://posting.x-sun.net/ hehe.. Tanpa sengaja aku menemukannya ..
Btw, hari ini masuk Ramadhan (1435) hari ke dua... Maaf Lahir dan Bathin ya... Selamat menunaikan ibadah puasa.... Ok

Minggu, 26 Januari 2014

Catatan Akhir Tahun

Hai perjalanan, kau hanya tahu waktu, dari detik dan menit berjalan, dari setiap jam menghilang, tak berarti...

Tenggelam dalam pekerjaan dan kegiatan rutin, berteriak kecil di hari-hari, dengan kata-kata negatif (bosan, jenuh, cape')....

Ini katanya pahala tapi selalu lupa bismillah, tapi berharap ridha lillahita'ala...
Malu pada Allah, karena kosongnya ilmu dari akhlakul karimah.

Malu pada anbiya dan orang-orang saleh/ saleha  tlah mengakhiri perjalanannya dengan iman terbentang pada khusnul khotimah....

Tanpa jarak... Tanpa syarat...

#TafakurAkhirTahun2013 
Senin, 30/12/2013

Jumat, 02 November 2012

Entah..... T_T

Ketika sebuah benda jatuh karena gaya gravitasi bumi, biasanya dia tidak akan berlari kemana.. Tapi jika benda itu adalah bola, mungkin dia akan menggelinding entah kemana... Ada yang memantul dan kembali pulang... dan ada pula menghilang... Layaknya iman seseorang.... akidah tak seindah tampaknya.. Qolbu merangkul gulungan ombak kegundahan, yang berirama ketika terlempar di pasir pantai.. Haq dalam kebingungan, terculik di angkara keegoisan menjadikan keabu2an...  Menolak haq atau menjauhkan diri dari haq, karena sudah menjadi tuntutan bumi berputar. Hingga kebathilan menjadi haq..

Bukan... bukan haq bila sudah bergeser sedikit dari kebenaran sebenarnya.

Ehm... sebenarnya aku tidak pintar berpuitis.. ini sekedar untuk menyalurkan kesukaanku berpuisi. Semoga saja tidak menyalahi kesastraan indonesia... ^^'

Aku mempunyai teman seorang akhwat, pada masa kuliahnya begitu sangat teguh berjuang di jalan Allah. Tapi ketika dia terjun ke dunia sebenarnya, hal-hal yang sangat di cintai akhwat yaitu hijabnya menjadi short, tidak syar'i lagi.. Gamis kian melekat bergeser menjadi celana.. 

Meskipun pada hakikatnya mereka berkata mereka tidak berubah. Tapi hal ini menjadi pertanyaanku, jelas tampak terlihatku perubahannya, lalu apa yang tidak berubah? "Hati" kata mereka. Hati menjadi jaminan ketika akidah tergadai... *duh kasian tuh qolbu. Luar biasa jika bisa menjamin hati tetap berpegang teguh pada Allah ketika perisai seorang muslimah sudah terkikis.

Hal yang menjadi momok menakutkan lagi, ketika semua itu menjadi pembenaran.. "Sudah tuntutan kerjaan,  inshallah ALLAH ngerti kok.." dengan entengnya mereka bilang serperti itu.  Astarghfirullah...

Akhwat... oh akhwat... satu lagi gugur dalam medan jihad di jalan ALLAH..

Ya Allah jangan jadi kan hamba berada di dalam nya.. Amiin ya rabb...

Sungguh ukhti penghuni neraka yang terbanyak itu adalah perempuan.. Aku saja merinding mendengarnya.. 

Rasulullah SAW bersabda :“Aku melihat ke dalam Surga maka aku melihat kebanyakan penduduknya adalah fuqara (orang-orang fakir) dan aku melihat ke dalam neraka maka aku menyaksikan kebanyakan penduduknya adalah wanita.” (HR. Bukhari dan Muslim dari Ibnu Abbas dan Imran serta selain keduanya)



....di bawah ini ada artikel yang ku copas dari facebook. Bacalah dengan HATI mu.....



Sayidina Ali ra menceritakan suatu ketika melihat Rasulullah menangis manakala ia datang bersama Fatimah . Lalu keduanya bertanya mengapa Rasul menangis.

Beliau menjawab, "Pada malam aku di-isra'- kan , aku melihat perempuan-perempuan yang sedang disiksa dengan berbagai siksaan. Itulah sebabnya mengapa aku menangis. Karena, menyaksikan mereka yang sangat berat dan mengerikan siksanya.

Putri Rasulullah kemudian menanyakan apa yang dilihat ayahandanya."Aku lihat ada perempuan digantung rambutnya, otaknya mendidih.

Aku lihat perempuan digantung lidahnya, tangannya diikat ke belakang dan timah cair dituangkan ke dalam tengkoraknya.

Aku lihat perempuan tergantang kedua kakinya dengan terikat tangannya sampai ke ubun-ubunnya, diulurkan ular dan kalajengking.

Dan aku lihat perempuan yang memakan badannya sendiri, di bawahnya dinyalakan api neraka. Serta aku lihat perempuan yang bermuka hitam, memakan tali perutnya sendiri.

Aku lihat perempuan yang telinganya pekak dan matanya buta, dimasukkan ke dalam peti yang dibuat dari api neraka, otaknya keluar dari lubang hidung, badannya berbau busuk karena penyakit sopak dan kusta. Aku lihat perempuan yang badannya seperti himar, beribu-ribu kesengsaraan dihadapinya. Aku lihat perempuan yang rupanya seperti anjing, sedangkan api masuk melalui mulut dan keluar dari duburnya sementara malikat memukulnya dengan pentung dari api neraka," kata Nabi.

Fatimah Az-Zahra kemudian menanyakan mengapa mereka disiksa seperti itu?

* Rasulullah menjawab, "Wahai putriku, adapun mereka yang tergantung 
   rambutnya hingga otaknya mendidih adalah wanita yang tidak menutup 
   rambutnya sehingga terlihat oleh laki-laki yang bukan muhrimnya.

* Perempuan yang digantung susunya adalah istri yang 'mengotori' 
   tempat tidurnya.

* Perempuan yang tergantung kedua kakinya ialah perempuan yang tidak 
   taat kepada suaminya, ia keluar rumah tanpa izin suaminya, dan 
   perempuan yang tidak mau mandi suci dari haid dan nifas.

* Perempuan yang memakan badannya sendiri ialah karena ia berhias 
   untuk lelaki yang bukan muhrimnya dan suka mengumpat orang lain.

* Perempuan yang memotong badannya sendiri dengan gunting api 
   neraka karena ia memperkenalkan dirinya kepada orang yang kepada 
   orang lain bersolek dan berhias supaya kecantikannya dilihat laki-laki 
   yang bukan muhrimnya.

* Perempuan yang diikat kedua kaki dan tangannya ke atas ubun-ubun  
   nya diulurkan ular dan kalajengking padanya karena ia bisa shalat tapi 
   tidak mengamalkannya dan tidak mau mandi junub.

* Perempuan yang kepalanya seperti babi dan badannya seperti himar 
   ialah tukang umpat dan pendusta.. Perempuan yang menyerupai anjing 
   ialah perempuan yang suka memfitnah dan membenci suami.

"Mendengar itu,Sayidina Ali dan Fat imah Az-Zahra pun turut menangis.


Setelah membacanya, Masihkah engkau ingin berada di jalanmu...???

Selasa, 30 Oktober 2012

Hujan

Air itu jatuh dan mengurai di bumi

Mengatas namakan cinta pada hamba-Nya

Entah berapa banyak tetes air dalam dekapan malaikat- Nya

Pintu langit terbuka menumpahkan anugerah..

Tak seriang anak-anak menikmati nya..

Kerumitan yang mereka bawa menjadi kedewasaan tak berarti...

Menggerutu.. dan mencaci..

Mengeluh.. dan memaki..

Astarghfirullahaladzim... T_T

Rabu, 05 September 2012

Eh...kok dongkol

Eh akhwat, pagi-pagi kok dongkol...

Entar kayak ikan tongkol...

Baunya amis kayak jengkol...

Muka berkerut kayak sayur kol...

Hidup jangan lah berharap kayak jalan tol...

Mulus gak bentol-bentol...

Pusing dikit malah jalan ke moll...

Ati-ati entar ibadah balik ke nol..

Gara-gara cinta dunia, eh gak nyadar sudah kayak doll...

Kagak kreatif, kemana2 bawa bodyguart dodol...

Ingat-ingat deh kita punya akhir goal..

Tujuannya semua untuk Allah, cetak gol!!!

Kamis, 30 Agustus 2012

Ibaratkan orangtua memegang tangan anaknya…

Orang tua terlalu over protectif sama anaknya, ibarat orangtua terlalu kuat memegang tangan anaknya. Sementara kebanyakan orangtua tidak menyadarinya, kalau mereka telah menyakiti anaknya sendiri. Anak tidak bisa berkreativitas, segala di tentukan orangtua. Sehingga pribadi anak tumbuh menjadi tergantungan orangtua. Anak menjadi tidak bisa menentukan sikap sendiri, harus bagaimana selalu bertanya orangtua. Perkataannya menjadi duplikat perkataan orangtua, kata ibu kata ayah pada hal usianya sudah dewasa. 

Sedangkan orang tua yang terlalu over indenpendent, membiarkan anaknya melakukan sendiri atau yang sering di sebut mandiri. Ini diibaratkan orang tua melepas sepenuhnya pegangan tangan anaknya. Sehingga membuat anak akan merasa terasa di abaikan atau tidak diperdulikan. Karena pada saat anak butuh kan orang tua, orangtuanya tidak ada, atau tidak perduli. Ini di ibaratkan ketika anak terlepas dari tangan orang tua, saat dia bermasalah si anak ingin kembali memegang tangan orangtuanya namun orang tua malah menyikirkan tangan anaknya.

Ini menyiratkan bahwa orang tua jangan terlalu berlebihan atau pun tidak pernah sama sekali dalam mendidik anak. Bukankah Allah tidak menyukai yang berlebih-lebihan

Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu haramkan apa-apa yang baik yang telah Allah halalkan bagi kamu, dan janganlah kamu melampaui batas . Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas . (Qs. Al-Maidah (5):87)

Bahkan Al-Qu'an tercata 26 kali Allah SWT memberikan perumpamaan maupun peringatan agar jangan melampaui batas.

Orang tua sebagai pendidik tidak hanya guru di sekolah. Jadi jangan menyerahkan sepenuhnya tanggungjawab mendidik kepada guru. Guru memiliki waktu terbatas dan intensitas ruang perhatian yang terbatas. Karena waktu yang dimiliki guru dan anak yang dididik oleh guru lebih banyak dari pada orangtua di rumah. Orang tua sibuk mencari nafkah, bisa di maklumi. Tapi jaman sudah canggih bukan, ada hp, I phone, Ipad, dan banyak lagi barang tekhnologi yang bisa digunakan untuk terus berhubungan dengan anak. Ibu rumah tangga, juga tidak menjamin mempunyai waktu dengan anaknya. Terkadang bila sibuk untuk urusan rumah, si anak malah terabaikan.   

Kewajiban orangtua adalah mendidik anak. Mendidik anak memang berat. Apalagi menjaga sekaligus mendidik sudah pasti sulit. Tapi ada baiknya keduanya ada dan berjalan bersamaan, tentunya dengan tidak berlebihan. 

Orang tua yang pola asuhnya over protective, ada baiknya biarkan anak mengenal dunia sambil memberitahukan resiko yang akan terjadi bila mereka berbuat ini itu. Mengenal dunia itu berarti sama dengan membiarkan anak mandiri.  Ibaratkan orang tua memegang tangan anak, mereka melepas perlahan tangan anaknya. Ini dimaksudkan agar anak tidak merasa terlalu dijaga. Kemudian ini menjelaskan bahwa saat anak butuh orang tua, mereka siap meraihnya dan memberitahukan apa yang baik atau yang benar kepadanya. Memotivasi kemandiriannya bahwa hal itu menyenangkan bagi orang tua. 

Orang tua yang pola asuhnya yang over independent, ada baiknya mendidik anak kemandirian dengan sekaligus menjaganya. Ini diibaratkan orang tua melepas tangan anaknya, selalu siap memegang tangan anak jika anak kembali meraih tangan orang tua.  Orang tua bisa juga memberikan tangannya bila mereka mengetahui anaknya dalam masalah. Sehingga anak tidak merasa diabaikan ketika ada masalah dihadapinya. Ketika orang tua memegang tangan anak, tataplah mata si anak sambil berkata “Kamu pasti bisa…”. Dan juga bilang “ Kamu sudah saatnya melakukan ini sendiri.

Orang tua melepaskan tangannya anaknya harus siap siaga untuk memegang kembali tangan anaknya, ini juga berarti anak di biarkan mandiri untuk mengenal lingkungannya, tapi pada saat prilaku anak mulai menyeleneh atau mungkin tidak sopan, adakala orang tua menarik anak dari peredaran sebelum prilakunya berkembang di lingkungannya.

Ingatlah.. anak tidak selamanya berada bersama orang tua. Oleh sebab itu didiklah anak agar mandiri, siap terjun kehidupan sosial bermasyarakat tanpa orang tua. Tentunya dengan tidak melanggar norma2 yang ada. Dan ingatlah.. anak adalah kertas putih, dia akan menjadi seperti apa yang diinginkan penulisnya. Tapi bukan berarti anak tidak boleh mengeluarkan pendapatnya, melakukannya yang diinginkannya, memiliki prinsip sendiri, dan menjadi seseorang diinginkannya. Tentunya selama tidak keluar dari norma agama.