Rabu, 05 September 2012
Kamis, 30 Agustus 2012
Ibaratkan orangtua memegang tangan anaknya…
Orang tua terlalu over protectif sama anaknya, ibarat orangtua terlalu kuat memegang tangan anaknya. Sementara kebanyakan orangtua tidak menyadarinya, kalau mereka telah menyakiti anaknya sendiri. Anak tidak bisa berkreativitas, segala di tentukan orangtua. Sehingga pribadi anak tumbuh menjadi tergantungan orangtua. Anak menjadi tidak bisa menentukan sikap sendiri, harus bagaimana selalu bertanya orangtua. Perkataannya menjadi duplikat perkataan orangtua, kata ibu kata ayah pada hal usianya sudah dewasa.
Sedangkan orang tua yang terlalu over indenpendent, membiarkan anaknya melakukan sendiri atau yang sering di sebut mandiri. Ini diibaratkan orang tua melepas sepenuhnya pegangan tangan anaknya. Sehingga membuat anak akan merasa terasa di abaikan atau tidak diperdulikan. Karena pada saat anak butuh kan orang tua, orangtuanya tidak ada, atau tidak perduli. Ini di ibaratkan ketika anak terlepas dari tangan orang tua, saat dia bermasalah si anak ingin kembali memegang tangan orangtuanya namun orang tua malah menyikirkan tangan anaknya.
Ini menyiratkan bahwa orang tua jangan terlalu berlebihan atau pun tidak pernah sama sekali dalam mendidik anak. Bukankah Allah tidak menyukai yang berlebih-lebihan
Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu haramkan apa-apa yang baik yang telah Allah halalkan bagi kamu, dan janganlah kamu melampaui batas . Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas . (Qs. Al-Maidah (5):87)
Bahkan Al-Qu'an tercata 26 kali Allah SWT memberikan perumpamaan maupun peringatan agar jangan melampaui batas.
Orang tua sebagai pendidik tidak hanya guru di sekolah. Jadi jangan menyerahkan sepenuhnya tanggungjawab mendidik kepada guru. Guru memiliki waktu terbatas dan intensitas ruang perhatian yang terbatas. Karena waktu yang dimiliki guru dan anak yang dididik oleh guru lebih banyak dari pada orangtua di rumah. Orang tua sibuk mencari nafkah, bisa di maklumi. Tapi jaman sudah canggih bukan, ada hp, I phone, Ipad, dan banyak lagi barang tekhnologi yang bisa digunakan untuk terus berhubungan dengan anak. Ibu rumah tangga, juga tidak menjamin mempunyai waktu dengan anaknya. Terkadang bila sibuk untuk urusan rumah, si anak malah terabaikan.
Kewajiban orangtua adalah mendidik anak. Mendidik anak memang berat. Apalagi menjaga sekaligus mendidik sudah pasti sulit. Tapi ada baiknya keduanya ada dan berjalan bersamaan, tentunya dengan tidak berlebihan.
Orang tua yang pola asuhnya over protective, ada baiknya biarkan anak mengenal dunia sambil memberitahukan resiko yang akan terjadi bila mereka berbuat ini itu. Mengenal dunia itu berarti sama dengan membiarkan anak mandiri. Ibaratkan orang tua memegang tangan anak, mereka melepas perlahan tangan anaknya. Ini dimaksudkan agar anak tidak merasa terlalu dijaga. Kemudian ini menjelaskan bahwa saat anak butuh orang tua, mereka siap meraihnya dan memberitahukan apa yang baik atau yang benar kepadanya. Memotivasi kemandiriannya bahwa hal itu menyenangkan bagi orang tua.
Orang tua yang pola asuhnya yang over independent, ada baiknya mendidik anak kemandirian dengan sekaligus menjaganya. Ini diibaratkan orang tua melepas tangan anaknya, selalu siap memegang tangan anak jika anak kembali meraih tangan orang tua. Orang tua bisa juga memberikan tangannya bila mereka mengetahui anaknya dalam masalah. Sehingga anak tidak merasa diabaikan ketika ada masalah dihadapinya. Ketika orang tua memegang tangan anak, tataplah mata si anak sambil berkata “Kamu pasti bisa…”. Dan juga bilang “ Kamu sudah saatnya melakukan ini sendiri.
Orang tua melepaskan tangannya anaknya harus siap siaga untuk memegang kembali tangan anaknya, ini juga berarti anak di biarkan mandiri untuk mengenal lingkungannya, tapi pada saat prilaku anak mulai menyeleneh atau mungkin tidak sopan, adakala orang tua menarik anak dari peredaran sebelum prilakunya berkembang di lingkungannya.
Ingatlah.. anak tidak selamanya berada bersama orang tua. Oleh sebab itu didiklah anak agar mandiri, siap terjun kehidupan sosial bermasyarakat tanpa orang tua. Tentunya dengan tidak melanggar norma2 yang ada. Dan ingatlah.. anak adalah kertas putih, dia akan menjadi seperti apa yang diinginkan penulisnya. Tapi bukan berarti anak tidak boleh mengeluarkan pendapatnya, melakukannya yang diinginkannya, memiliki prinsip sendiri, dan menjadi seseorang diinginkannya. Tentunya selama tidak keluar dari norma agama.
Minggu, 27 Mei 2012
AKU BISA!!!
Apa kabar dunia?
Hari ini akan kusosong engkau dengan semangat membara
Terjaga dengan kata "Aku bisa!!!"
Meskipun dengan sombong engkau tapaki cahayamu
Engkau usir aku dengan hembusan angin yang menusuk tulangku
Dan engkau luluh lantakkan aku dengan badaimu
Aku akan terus semangat membunuh malasku
Menerjang kebosananku dengan kata "Aku bisa!!!"
Aku tahu "Aku bisa!!!"
Tetap akan "Aku bisa!!!"
Keep spirit "Aku bisa!!!"
Salam Ukhuwah
HAMASAH!!!
Selasa, 22 Mei 2012
Masalah (Problematika)
Ehm... apa ya... Sudah lama tidak posting di blog. Jadi kikuk juga, ketika mau mulai. Seperti baru pertama kali ngeposting ^^". Baiknya mulai dari mana dulu ya...? Mungkin ku mulai dari kenapa aku lama menghilang. Ini karena... sebentar Uhuk...uhuk... kayaknya blog ini sudah berdebu... jadi batuk deh... Balik ke topik... ini karena kesibukan yang terjadi akhir-akhir ini *yee... sok sibuk* , so.... TIDAK PUNYA WAKTU UNTUK NGEBLOG HIKS....HIKS... *sedih campur kesal ceritanya.... >_<*. Melihat blog ku sendiri rasanya tidak punya waktu....*tragis...hiks T_T*. Wuih.... friends, bersyukur sekali bila masih bisa istirahat.. *alhamdulillah yah...*. Untuk itu aku harus pintar-pintar mencuri waktu untuk menulis nih... Ok baiklah, sebelum kalian tidur membaca pembukaan tulisan ini, ada baiknya aku mulai nih ke pokok ke pokok persoalannya.
Kali ini aku ingin membahas tentang Masalah. Eits... bukan Mas Alah Lebay Lu... ^o^. Masalah ini alias si Problematika. Sebab masalah atau problematika ini tidak akan pernah ini luput dari yang namanya manusia yaitu kita. Jadi, menurut ku menarik untuk dibahas kali ini.
Problematika selalu ada pada manusia yang hidup... aku ingin mempertegas, sekali lagi Manusia yang HIDUP. Biar tidak ada kesalahpahaman antar pembaca dan penulis he. Masalah atau problematika membawa kita ke suasana hati yang galau *Galau...lagi nih trend kata ini* Apalagi pada akhirnya si problematika ini membawa kita pada suatu pilihan...hal ini membuat si empunya masalah tambah pusing... yah pusing tujuh keliling kalau punya duit * kayak tawaf aja tujuh keliling* Kalau yang tidak punya duit, yah...jungkir balik kayak kucing... Tidak hanya berhenti di situ, problematika bertambah ketika pilihan itu terasa salah di pilih olehnya. Akibatnya semakin merasa tenggelam..., terprosok..., dan terjerembab akhirnya nelangsa....*duh kasian*. Lebih aneh lagi nih manusia ada saja mengakhirinya hidupnya....Hiiiiih Na'udzubillah.
Jika salah mengambil keputusan or memilih, bukan berarti harus berputus asa dalam menghadapinya...kan. Toh.. sudah terjadi, kenapa jadi sibuk menyesali, lebih baik berbenah diri...ya gak? Berbenah lah diri dengan tidak fokus pada kesalahan yang di lakukan. Tapi ambilah hikmah atas kesalahan itu, dengan menjadikan kesalahan itu pengalaman yang berharga... insyallah. Kemudian tidak fokus pada masalah atau problem itu sendiri, tapi fokus lah pada penyelesaiannya.
Jadi ingat cerita tentang anak yang sejak kecil mengalami obesitas, nama anak itu adalah Shawn Determino. Ia tinggal di bagian barat... *afwan ane lupa tempatnya*. Ketika dia beranjak remaja, Shawn Determino memutuskan untuk menurunkan berat badannya. Ini dikarenakan remaja ini mulai merasa kesulitan bergerak, sedangkan aktivitas sekolahnya menuntutnya untuk terus bergerak. Orang tua Shawn mendukung keinginan anaknya, terutama ayahnya. Shawn mulai menurunkan berat badannya dengan melakukan diet dan berlari sejauh 1 mil tanpa berhenti setiap harinya. Namun apa yang terjadi, Shawn malah pingsan dan tidak sadarkan diri. Berat badannya sempat turun sedikit, tapi setelah itu naik lagi karena dokter menyuruhnya istirahat dan makan ^^.
Shawn di hadapi suatu pilihan dalam masalah menurunkan berat badannya. Pertama, terus melakukan diet dan berlari 1 mil yang berisiko sakit atau mungkin kematian. Kedua, berhenti melakukannya dan terus hidup dalam keadaan obesitas, walau sulit bergerak. Shawn merasa bingung, dan terus berfikir jalan keluarnya. Dia tidak mau menyerah dan tenggelam dalam keputusasaan. Pada akhirnya, dia melihat suatu program televisi mengenai memasak yang bergizi dan sehat.
Intinya dari yang dia lihat adalah bagaimana memasak makanan yang tidak menggunakan daging, namun menggunakan sayuran tapi terasa enak. Singkat cerita Shawn mencobanya untuk program menurunkan berat badannya. Dia mencoba tidak makan daging atau pun roti seperti biasanya. Dia hanya memakan masakan sayuran yang dia lihat dari demo masak televisi itu. Shawn mencoba memasak sendiri, dengan itu dia improvisasi dengan mengolah masakan sayuran menjadi layaknya rasanya dan bentuknya seperti daging yang di masak.
Kemampuannya itu membuat ia berhasil menurunkan berat badan dan banyak teman. Oleh sebab itu teman-temannya banyak bertanya bagaimana dia mampu menurunkan berat badannya, Shawn pun menceritakannya. Hal ini membuat teman-temannya penasaran, akhirnya mereka kerumah Shawn dan melihat sendiri Shawn memasak dan mereka mencoba masakan Shawn. Mereka senang dan menyukai masakan Shawn. Disana lah awalnya, rumah Shawn menjadi sering dikunjungi teman-temannya. Tidak hanya itu keberhasilan Shawn di siarkan ke salah satu program televisi Amerika, di Oprah Winfrey.
Fuih... panjang ya ceritanya, lelahnya.... Kalau di baca kan pada orang lain, pasti sudah tidur....zzzzzz......^^. O ya kembali..kembali... ada baik saat kita dalam mengalami masalah or problema ^^, kita meminta bantuan orang lain. Seperti sahabat, keluarga, orang di percaya *misalnya...psikolog, jangan tukang sampah prenz nanti kagak nyambung hehe*, dan siapa saja.
Jika teman, sahabat, keluarga pada sibuk atau mungkin punya masalah sendiri, biasanya mereka akan sulit untuk bertemu. Pada masa ini lah, kita akan labil, apalagi remaja... kita akan menjadi stress *hai...hai... jangan stress kan masih ada ALLAH ^^* Kita bisa curhat sama ALLAH yang selalu ADA dan DEKAT.
"Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, bahwasannya Aku adalah dekat....." (QS. Al- Baqarah:186)
Jika ingin segera penyelesaian masalahnya atau mendapatkan jalan keluar masalahnya, mintalah dan berdo'a lah pada ALLAH. Jangan lupa terus beribadah pada-Nya.
"....Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila dia memohon kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah)-Ku dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran." (QS. Al- Baqarah:186)
Eh, jangan lupa bertawakal lah pada ALLAH, setelah ikhtiar serahkan semua urusan padanya. Pasti hatimu PLONG deh........
SELESAI......akhirnya... ^^...^-^....^o^.....\\^o^//.... yeeee!!!
Ehm... apa ya... Sudah lama tidak posting di blog. Jadi kikuk juga, ketika mau mulai. Seperti baru pertama kali ngeposting ^^". Baiknya mulai dari mana dulu ya...? Mungkin ku mulai dari kenapa aku lama menghilang. Ini karena... sebentar Uhuk...uhuk... kayaknya blog ini sudah berdebu... jadi batuk deh... Balik ke topik... ini karena kesibukan yang terjadi akhir-akhir ini *yee... sok sibuk* , so.... TIDAK PUNYA WAKTU UNTUK NGEBLOG HIKS....HIKS... *sedih campur kesal ceritanya.... >_<*. Melihat blog ku sendiri rasanya tidak punya waktu....*tragis...hiks T_T*. Wuih.... friends, bersyukur sekali bila masih bisa istirahat.. *alhamdulillah yah...*. Untuk itu aku harus pintar-pintar mencuri waktu untuk menulis nih... Ok baiklah, sebelum kalian tidur membaca pembukaan tulisan ini, ada baiknya aku mulai nih ke pokok ke pokok persoalannya.
Kali ini aku ingin membahas tentang Masalah. Eits... bukan Mas Alah Lebay Lu... ^o^. Masalah ini alias si Problematika. Sebab masalah atau problematika ini tidak akan pernah ini luput dari yang namanya manusia yaitu kita. Jadi, menurut ku menarik untuk dibahas kali ini.
Problematika selalu ada pada manusia yang hidup... aku ingin mempertegas, sekali lagi Manusia yang HIDUP. Biar tidak ada kesalahpahaman antar pembaca dan penulis he. Masalah atau problematika membawa kita ke suasana hati yang galau *Galau...lagi nih trend kata ini* Apalagi pada akhirnya si problematika ini membawa kita pada suatu pilihan...hal ini membuat si empunya masalah tambah pusing... yah pusing tujuh keliling kalau punya duit * kayak tawaf aja tujuh keliling* Kalau yang tidak punya duit, yah...jungkir balik kayak kucing... Tidak hanya berhenti di situ, problematika bertambah ketika pilihan itu terasa salah di pilih olehnya. Akibatnya semakin merasa tenggelam..., terprosok..., dan terjerembab akhirnya nelangsa....*duh kasian*. Lebih aneh lagi nih manusia ada saja mengakhirinya hidupnya....Hiiiiih Na'udzubillah.
Jika salah mengambil keputusan or memilih, bukan berarti harus berputus asa dalam menghadapinya...kan. Toh.. sudah terjadi, kenapa jadi sibuk menyesali, lebih baik berbenah diri...ya gak? Berbenah lah diri dengan tidak fokus pada kesalahan yang di lakukan. Tapi ambilah hikmah atas kesalahan itu, dengan menjadikan kesalahan itu pengalaman yang berharga... insyallah. Kemudian tidak fokus pada masalah atau problem itu sendiri, tapi fokus lah pada penyelesaiannya.
Jadi ingat cerita tentang anak yang sejak kecil mengalami obesitas, nama anak itu adalah Shawn Determino. Ia tinggal di bagian barat... *afwan ane lupa tempatnya*. Ketika dia beranjak remaja, Shawn Determino memutuskan untuk menurunkan berat badannya. Ini dikarenakan remaja ini mulai merasa kesulitan bergerak, sedangkan aktivitas sekolahnya menuntutnya untuk terus bergerak. Orang tua Shawn mendukung keinginan anaknya, terutama ayahnya. Shawn mulai menurunkan berat badannya dengan melakukan diet dan berlari sejauh 1 mil tanpa berhenti setiap harinya. Namun apa yang terjadi, Shawn malah pingsan dan tidak sadarkan diri. Berat badannya sempat turun sedikit, tapi setelah itu naik lagi karena dokter menyuruhnya istirahat dan makan ^^.
Shawn di hadapi suatu pilihan dalam masalah menurunkan berat badannya. Pertama, terus melakukan diet dan berlari 1 mil yang berisiko sakit atau mungkin kematian. Kedua, berhenti melakukannya dan terus hidup dalam keadaan obesitas, walau sulit bergerak. Shawn merasa bingung, dan terus berfikir jalan keluarnya. Dia tidak mau menyerah dan tenggelam dalam keputusasaan. Pada akhirnya, dia melihat suatu program televisi mengenai memasak yang bergizi dan sehat.
Intinya dari yang dia lihat adalah bagaimana memasak makanan yang tidak menggunakan daging, namun menggunakan sayuran tapi terasa enak. Singkat cerita Shawn mencobanya untuk program menurunkan berat badannya. Dia mencoba tidak makan daging atau pun roti seperti biasanya. Dia hanya memakan masakan sayuran yang dia lihat dari demo masak televisi itu. Shawn mencoba memasak sendiri, dengan itu dia improvisasi dengan mengolah masakan sayuran menjadi layaknya rasanya dan bentuknya seperti daging yang di masak.
Kemampuannya itu membuat ia berhasil menurunkan berat badan dan banyak teman. Oleh sebab itu teman-temannya banyak bertanya bagaimana dia mampu menurunkan berat badannya, Shawn pun menceritakannya. Hal ini membuat teman-temannya penasaran, akhirnya mereka kerumah Shawn dan melihat sendiri Shawn memasak dan mereka mencoba masakan Shawn. Mereka senang dan menyukai masakan Shawn. Disana lah awalnya, rumah Shawn menjadi sering dikunjungi teman-temannya. Tidak hanya itu keberhasilan Shawn di siarkan ke salah satu program televisi Amerika, di Oprah Winfrey.
Fuih... panjang ya ceritanya, lelahnya.... Kalau di baca kan pada orang lain, pasti sudah tidur....zzzzzz......^^. O ya kembali..kembali... ada baik saat kita dalam mengalami masalah or problema ^^, kita meminta bantuan orang lain. Seperti sahabat, keluarga, orang di percaya *misalnya...psikolog, jangan tukang sampah prenz nanti kagak nyambung hehe*, dan siapa saja.
Jika teman, sahabat, keluarga pada sibuk atau mungkin punya masalah sendiri, biasanya mereka akan sulit untuk bertemu. Pada masa ini lah, kita akan labil, apalagi remaja... kita akan menjadi stress *hai...hai... jangan stress kan masih ada ALLAH ^^* Kita bisa curhat sama ALLAH yang selalu ADA dan DEKAT.
"Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, bahwasannya Aku adalah dekat....." (QS. Al- Baqarah:186)
Jika ingin segera penyelesaian masalahnya atau mendapatkan jalan keluar masalahnya, mintalah dan berdo'a lah pada ALLAH. Jangan lupa terus beribadah pada-Nya.
"....Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila dia memohon kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah)-Ku dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran." (QS. Al- Baqarah:186)
Eh, jangan lupa bertawakal lah pada ALLAH, setelah ikhtiar serahkan semua urusan padanya. Pasti hatimu PLONG deh........
SELESAI......akhirnya... ^^...^-^....^o^.....\\^o^//.... yeeee!!!
Sabtu, 24 Desember 2011
Menghapus Jejak
Jejak terpatri di kulit bumi yang basah, tlah menjadi sejarah terukir di bunga kenanga.
Maaf adalah awal dari samudera tak bertepi.
Perlahan menguap di lembah iman, dalam keindahan taqwa.
Taqwa menghapus jejak kelemahan kepak sayap merpati.
Besarlah kemudian menjadi kecil lah kemudian.
Kecil itu pun terlupakan di hitamnya tinta pena yang berlalu.
Dalam diam, melalangbuana di fase kupu-kupunya.
Berserak agenda mendesain ulang hidupnya.
Berjaya hapus jejak awal, yang menjadi akhir.
Perjalanannya menggetarkan ibrah yang membumbung tinggi!
Masanya narasi kehidupan jejak itu sudah terbaca kemudian tenggelam.
Tapi masih terheran dunia, sisinya diikuti shadow.
Karena waktu hanya memiliki masa depan, sedangkan masa lalu tlah dimiliki sejarah.
Jejak tak berpikir kembali pulang.
Bila ada jalan datangnya waktu lalu, jejak kan berhias taqwa.
Penyesalannya meninggalkan hari, amalan yang tak bertambah, sedangkan ajal semakin berkurang.
Maka jejak manakah yang ingin dilanjutkan?
Jejak lalu yang tlah berlalu ataukah jejak hari ini yang menentukan esok hari?
Pilihan menghapus jejak lalu menentukan jejak melangkah ke depan.
Detik-detiknya menjemput kicauan burung, dikesabaran berbuah pelangi.
Melesat dan menatap tajam ke depan bagai burung Elang.
Terbang ke langit ke tujuh bertaburan bintang.
Jutaan mimpi menghiasi dunia, tak pernahlah lupa mimpi pada sejuta senyum untuk akhir masa.
Khusnul khotimah.
Jumat, 11 November 2011
Untukmu Ukhtifillah.....
Untukmu calon bidadari surga,
jangan pernah menyerah walau engkau lelah, jangan pernah menyerah walau engkau kalah,
jangan pernah menyerah walau engkau salah,
jangan pernah menyerah walau cita-cita layaknya bintang yang sulit di raih...
Adalah engkau yag tetap tegar walau meski badai selalu menghempasmu ke bumi...
Adalah engkau yang selalu tetap istiqomah menjalani jalanan terjal meski engkau selalu terseret kembali di kulit bumi..
Adalah engkau yang tetap sabar meski kerikil tajam merobek kedua kakimu...
Dan...
Adalah engkau yang tetap siqah melangkah meski semak berlukar atau ilalang menutupi jalanmu...
Yah... itulah engkau...Never give up..
Salam Ukhuwah,
Keep Istiqomah!
Hamasah!!!
Sabtu, 30 April 2011
Subhanallah, dapat award
SubhanAllah, blogku dapat award dari Ukhti Meliana Aryuni. Jazakumullah, ya Ukh. Prenz (baca: friend) ini award pertamaku loh. Wah bangganya, jadi semangat menulis nih. Aku sama sekali tidak mengira akan mendapat award ini, karena blogku kemunculannya baru beberapa bulan.
Blogku, masih banyak yang kekurangannya dalam tulisan. Tapi, aku merasa tertantang untuk berkarya lebih baik lagi. Tertantang juga untuk terus belajar dan belajar lagi. Semangat!!! Ayo menulis! Ayo Prenz! Kalau kalian suka menulis, ayo mulailah menulis dari sekarang. Kalau tidak, bisa menyesal nantinya. Seperti aku :(
Aku berfikir menulis itu sulit sehingga aku tidak pernah mau mulai menulis. Akhirnya aku baru sekarang mulainya. So Prenz, jangan pernah berfikir menulis itu sulit, berfikirlah 'menulis itu mudah'. Menjadi seorang penulis, tidak harus memiliki bakat. Tekun berlatih dan belajar dari pengalaman penulis hebat, menjadikan kita menjadi seorang penulis. Insyallah.
Kita dapat menuliskan ibrah dari perjalanan hidup kita, atau dengan ilmu yang kita dapat dari bangku kuliah. Jadi penulis mudah bukan..? Tapi ingat Prenz! Jika engkau seorang penulis, jadikanlah tulisanmu mengajak pada kebaikan bukanlah sebaliknya. Jadikan penamu sebagai pedang untuk jihad dalam dunia tulis-menulis. Jihad membangun generasi masa depan sebagai jiwa penuh semangat mengamalkan amal soleh. Menulislah dari hati agar sampai ke hati...
"Menulislah ~pada saat awal~ dengan hati. Setelah itu perbaiki tulisan Anda dengan pikiran.Kunci pertama menulis bukanlah berpikir, melainkan mengukapkan apa saja yang dirasakan. (William Forrester)
Inilah award itu, cekidot :
Langganan:
Postingan (Atom)








